Jumat, 25 Oktober 2013

Usia 17 Tahun Mampu Bertutur 23 Bahasa



HANYA sedikit orang yang memiliki kemampuan menuturkan beberapa bahasa dengan sangat mahir. Kemampuan yang dinamakan poliglotisme ini hanya dimiliki oleh sedikit orang di dunia, Menurut data Wikipedia Indonesia, jumlah poliglot (sebutan untuk poliglotisme) saat ini hanya 15 orang. Jumlah tersebut bertambah, setelah seorang remaja bernama Timothy Doner dari New York, Amerika Serikat tampil dengan kemampuannya bertutur dengan 23 bahasa. Remaja berusia 17 tahun ini mulai terkenal setelah mengunggah rekamannya berbicara dalam 20 bahasa di You Tube.
Video Doner langsung menyedot perhatian, karena jarang remaja seusianya mempunyai kemampuan super tersebut. Timothy Doner tak hanya menguasai bahasa populer seperti Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Arab, Cina, Jepang, dan Latin saja, namun juga mampu berbicara dalam bahasa isiXhosa (bahasa resmi Afrika Selatan), Wolof (Gambia), Swahili, Ojibwe (bahasa asli Amerika), Yunani kuno, Parsi, Pashto, Hausa, Hebrew, Ibrani, Turki, Rusia, Belanda, dan Hindi. Meskipun masih kalah dari dua dari 15 poliglot di dunia saat ini, namun bila dilihat dari usia Doner yang masih muda, kemampuan Doner patut diacungi jempol. Dua poliglot tersebut adalah, Ioannis Ikonomou, seorang penerjemah di Komisi Eropa yang mampu menuturkan 32 bahasa dengan fasih serta Alexander Arguelles seorang sarjana multibahasa dari Amerika Serikat yang bisa membaca dan menuturkan dengan fasih 36 bahasa. Doner pertama kali tertarik belajar bahasa karena ketertarikannya dengan music hip-hop Israel. Akhirnya Doner belajar bahasa Ibrani dengan menghafal lirik lagu-lagu hip-hop. “Enam bulan kemudian, saya mulai dapat berbincang dengan bahasa Ibrani. Semua itu berkat hafalan lirik lagu,” ujar Doner di Mail Online, Rabu, 10 April 2013. Untuk bahasa lain, Doner mempelajarinya melalui buku dan aplikasi di iPhone. Semuanya dipelajari dalam hitungan minggu hingga bulan saja. Saat ini Doner ingin mempelajari bahasa Sudan dan Melayu. “Belajar suatu bahasa akan membantu kita memahami orang lain,” katanya soal keseriusannya belajar bahasa.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya :