Jumat, 25 Oktober 2013

5 Cara Cepat Belajar Bahasa Asing



Solo — Hanya belajar bahasa ibu dan bahasa nasional kita tidak cukup untuk menunjang kehidupan sosial dan karir kita. Menguasai lebih banyak bahasa bisa membuat peluang seseorang untuk berfungsi dan bermanfaat di masyarakat semakin besar. Hal ini disampaikan Serdar Sergezdan, mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Jurusan Bahasa Inggris, UNS asal Turkmenistan saat mengisi kelas ke-59 AkBer Solo “Be a Multilingual Speaker” di IT Mall Solo Computer Center Point (CCP), Jumat, (14/6) sore.

Serdar sendiri mengalami manfaat menguasai berbagai bahasa dalam kehidupan nyata terutama saat dia mengunjungi negara-negara Eropa danAsia serta dalam proses studinya. Menurut pemuda berperawakan tinggi besar itu, sebelum memilih sebuah bahasa untuk dipelajari, kita harus mengetahui manfaat dari bahasa itu. “Banyak orang Indonesia tertarik mempelajari bahasa Korea karena mereka suka selebriti Korea. Padahal menurut survei, Korea tidak termasuk lima bahasa yang paling banyak digunakan di dunia,” terangnya.
Kelima bahasa yang paling banyak digunakan itu adalah bahasa Inggris, Mandarin (Cina), Spanyol, Arab dan Rusia. Menurut pria yang tinggal di sebuah asrama di Gemolong, Sragen itu mempelajari salah satu dari lima bahasa itu akan memberikan manfaat yang besar. Dia lantas membagikan beberapa tips untuk mempelajari bahasa asing dengan cepat:
1. Pahami Tujuan Belajar Bahasa
Sebelum mulai mempelajari sebuah bahasa asing, tanyakan kepada diri sendiri apa tujuan atau alasan Anda belajar bahasa itu. Misalnya, Anda ingin belajar bahasa Inggris, apa alasannya? Apakah Anda membutuhkannya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri? Atau Anda akan mengikuti wawancara kerja di perusahaan Internasional dan bahasa yang dipakai adalah bahasa Inggris?
Tujuan atau alasan mempelajari sebuah bahasa akan menentukan cara atau metode untuk belajar juga sejauh apa Anda perlu belajar sebuah bahasa.
2. Fokus pada speaking (kemampuan bicara) untuk berkomunikasi
Bila tujuan Anda belajar bahasa asing karena Anda ingin berwisata ke luar negeri, mungkin Anda perlu menekankan pada kemampuan bicara dalam bahasa asing supaya bisa berkomunikasi secara lebih efektif. Itu berarti penekanan proses belajar pada kemampuan speaking (bicara).
Namun menurut Serdar, bila seseorang belajar bahasa asing untuk melanjutkan studi atau akan mengajar, maka dia perlu mengembangkan semua skill secara seimbang seperti kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis.
3. Ganti pola berpikir
Belajar bahasa  ternyata tidak sekedar belajar menghafal kata-kata dan merangkai kalimat, tapi juga belajar kebudayaan dan kehidupan masyarakat asli pemilik bahasa tersebut. Bila mempelajari bahasa di luar konteks budaya, maka akan terjadi kesalahpahaman dan kesulitan dalam penerapan penggunaan bahasa di dalam kehidupan sehari-hari.
Serdar memberikan contoh bahwa dia baru memahami bahwa kalimat seperti “Mau kemana?” atau “Sudah makan” sering diucapkan orang-orang Indonesia bahkan kepada orang yang bukan teman dekat sebagai bentuk basa basi untuk menunjukkan perhatian. “Tapi, kalau Anda tinggal di Inggris dan Amerika, menanyakan kedua hal tersebut kepada orang asing bisa dianggap tidak sopan,” terangnya.
“Bisa jadi orang-orang bule tersebut akan menjawab ‘Not your business’ (‘Bukan urusanmu’). Bagaimana tanggapan orang Indonesia bila pertanyaan basa basinya dijawab dengan cara yang sama?” tanyanya retoris.
Selain itu, kita harus belajar pola pikir dan struktur bahasa asing yang akan kita pelajari tersebut karena bisa jadi berbeda dengan bahasa asli kita.
4. Buat Jembatan Bahasa
Menurut pengalaman Serdar, setelah mempelajari beberapa bahasa, dia mengetahui bahwa beberapa bahasa memiliki perbendaharaan kata yang sama. Bisa jadi bila kita ingin mempelajari sebuah bahasa asing, 30 persen kosakata yang ada sama dengan bahasa nasional atau ibu kita. Karena itu, dia menyarankan supaya kita membuat jembatan bahasa dengan cara mendaftar kata-kata yang sama atau serupa dari bahasa asing dan bahasa asli kita.
Misalnya bila kita mempelajari bahasa Inggris, banyak kata serapan yang diambil dari bahasa Inggris. Dengan mendaftar kata-kata itu, kita akan lebih mudah untuk belajar bahasa Inggris.
5. Tinggal di negara pengguna bahasa asing itu
Serdar mengatakan bahwa salah satu cara paling efektif untuk belajar sebuah bahasa asing bukanlah dengan belajar grammar (tata bahasa) dari buku-buku atau menghafal kata-kata dari kamus, tapi dengan menggunakannya untuk berkomunikasi. Dan akan lebih efektif bila kita belajar di negara yang menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa sehari-hari.
“Belajar bahasa Inggris setahun di Indonesia tentu akan berbeda dengan belajar bahasa Inggris dalam waktu yang sama di Amerika Serikat,” katanya memberi contoh. Fakta ini sudah dibuktikannya sendiri dengan keberhasilannya menguasai bahasa Indonesia hanya dalam waktu tiga bulan. “Seandainya saya belajar bahasa Indonesia di Turkmenistan pasti hasilnya tidak akan secepat ini,” katanya.
Namun, bila kita tidak bisa mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung di negara-negara tersebut, maka hal tersebut bukanlah sebuah alasan dan penghalang untuk bisa mempelajari bahasa asing tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya :